4 Rekomendasi Film Indonesia

Ada beberapa film Indonesia yang ingin saya rekomendasi melalui tulisan ini. Sebagian besar tidak diputar dengan jumlah jam tayang yang banyak di bioskop. Meski begitu, bukan berarti punya kualitas yang buruk.

  • Balik Jakarta

Kita mulai dari film pendek “Balik Jakarta”. Film besutan Jason Iskandar ini adalah proyek yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dengan berkolaborasi bersama Studio Antelope. Bercerita tentang seorang warga Jerman Günther yang mencari alamat dari lokasi rumahnya yang pernah ia tinggali puluhan tahun silam. Jakarta banyak berubah, gedung-gedung tinggi, penduduk yang semakin padat membuat pencarian semakin terasa sulit. Günther ditemani oleh Togar, tukang ojek yang membantunya mencari alamat yang Ia cari.

Film ini ringan, dengan karakter pemain yang kuat dan juga sangat menghibur. Saya menonton film ini pertama kali di sebuah gerbong KRL. Kebayang engga, satu gerbong menatap layar yang sama dan sesekali tertawa bareng melihat adegan lucu dari film ini? Rasanya udah lupa sama yang namanya lelah 🙂

  • Istirahatlah kata-kata

Menceritakan tentang kisah seorang Wiji Thukul, seniman yang hilang pada masa orde baru. Ia diburu pemerintahnya sendiri dicap sebagai antek-antek akibat karya sastranya yang berani. Film ini berfokus pada cerita perjalanan Wiji Thukul selama dalam masa pelariannya. Istirahatlah kata-kata disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Dibintangi oleh Gunawan Maryanto sebagai Wiji Thukul. Rasa-rasanya kalo film ini telah melewati riset yang panjang dan lengkap memang terbukti, apalagi buat kamu yang sempat baca juga kisahnya di majalah/buku sebelum difilmkan. Oh iya, satu lagi, soundtrack yang dinyanyikan oleh Cholil (ERK) dan Fajar Merah menambah lengkap film ini jadi semakin solitude, judulnya Bunga dan Tembok.

  • Ziarah

“Nek awak’e dewek keakehan ngrungoke suarane wong liyo, awak’e ra iso ngrungoke suarane awak’e dewek-
Kalau kita terlalu banyak mendengarkan suara orang lain, kita tidak bisa mendengar suara diri kita sendiri”

film ziarah rekomendasi film
Ziarah Movie Poster

Kutipan yang saya ingat dari salah satu scene di film ini. Bercerita tentang Mbah Sri (95), yang diperankan oleh Ponco Sutiyem mencari makam suaminya yang terpisah saat agresi militer Belanda berpuluh puluh tahun silam. Banyak pesan moral yang saya dapat lewat film Ziarah, terutama soal berdamai dengan masa lalu. BW Purba Negara selaku sutradara mampu mengarahkan Mbah Ponco yang sudah tua beradegan dengan akting yang bagus.

  • Pertaruhan (dokumenter)

Ini film dokumenter yang sudah lama sekali saya tonton, tetapi anehnya masih relate sama keadaan sekarang. Ya, budaya patriarkal jadi bahasan di film ini, mengungkap bagaimana perempuan seringkali disiksa melalui pemikiran ‘kolot’ yang mendiskriminasi, sekalipun untuk akses kesehatan seksual. Ini akan asik untuk jadi bahan diskusi setelah menonton film ini.

Ini adalah film-film yang sempat saya tonton, kalo kamu punya rekomendasi lain, bisa juga tulis di kolom komentar ya 🙂

#recommendation

One thought on “4 Rekomendasi Film Indonesia

  1. Pingback: Livi Zheng dan Ulasan Bali, Beats of Paradise - Blog - Mon Journal

Leave a Reply