Being Present

Saya ingin bercerita tentang betapa sering saya mencari pembenaran akhir akhir ini oleh pikiran negatif yang saya buat.
yang lahir karena kejenuhan saya menghadapi ketidakhadiran orang lain pada berbagai komunikasi yang kami bangun.
dan kemudian selalu menimbulkan tanda tanya pada diri saya sendiri.

Apakah yang membuat saya begitu kecewa ketika orang lain yang saya ajak bicara lebih sering menatap layar ponsel ketimbang menatap saya?
Apakah yang sesungguhnya tidak saya suka pada diri seorang teman yang setiap kali ia panggil saya, ia lupa nama saya dan ia juga lupa mendengar jawaban saya.

Dan karena saya tidak paham. Akhirnya rasa kecewa tersebut berkembang menjadi rasa tidak suka dan membenci.
Meski dalam keadaan sadar dan tahu bahwa hal itu merupakan ekspresi negatif yang merugikan.
Sampai pada momen dimana saya tidak ingin menghabiskan energi untuk orang orang yang tidak utuh mendengarkan, saya menghindarinya.
Saya berusaha untuk tidak terlibat kontak terhadap siapapun yang membawa pengaruh negatif terhadap pikiran saya.

Saya tidak tahu sampai sekarang apakah yang saya lakukan benar atau salah.
Namun, saya mulai sadar bahwa ternyata sedari awal saya telah mengantongi jawabannya,
ialah ketidakhadiran yang menjadi momok bagi kita dalam berkomunikasi selama ini.
Baik orang lain ke saya atau juga saya ke orang lain.

Pikiran kita selalu terdiktrasi pada hal hal diluar masa kini sehingga membuat masa lalu dan masa depan ikut ambil bagian di dalam otak kita saat mendengarkan,
yang pada akhirnya kita tidak memberi orang lain 100% kehadiran kita.
Being present adalah apa yang selama ini tidak ada antara saya dan mereka.
Kita baru akan menyadari setelah keresahan atas tidak didengarkan muncul.
yang sebetulnya menjadi refleksi juga bagi diri kita untuk berlaku adil (sebaliknya).

Being present adalah memberikan seutuhnya kehadiran kita kepada orang lain, saat kita mendengarkan. Yang menunjukkan bahwa kita hidup di masa sekarang. dan menunjukkan bahwa kita menghargai lawan bicara kita. Hadir untuk orang lain tidak mudah, untuk itulah hal ini menjadi berharga dan penting.

Tumbuh bersamaan dengan menemukan hal hal yang membuat saya berkembang adalah pencarian yang mengasyikan,
menemukan hal-hal yang menjadi refleksi untuk fokus pada apa yang saya hasilkan dari dalam diri saya untuk orang lain.

Saya ingin terus belajar dari semua indera yang saya tangkap,
Because the moment you stop is the moment you lose it all.

-25 Desember 2017-

Leave a Reply