Boys Don’t Cry

Boys Dont Cry adalah lagu favorit sepanjang masa, sekaligus film yang tidak pernah ingin saya tonton dua kali. Kematian Mira, seorang transpuan di Cilincing, Jakarta Utara membawa saya kembali pada memori beberapa tahun silam dari menonton kisah hidup seorang Brandon Teena, transeksual yang sama buruk nasibnya dalam film Boys Dont Cry.

Film produksi Amerika Serikat pada tahun 1999 ini merupakan drama pertama yang mengangkat tema transeksual berdasarkan kisah nyata. Brandon hidup dengan mengidentifikasi dirinya sebagai pria, meski kelaminnya tidak menujukkan itu. Ia berdandan selayaknya lelaki dengan rambut pendek, memakai kemeja dan celana panjang, menutupi payudaranya dengan korset seketat mungkin, dan meletakkan tonjolan di celananya. Ia juga mempunyai seorang kekasih bernama Lana Tisdel dan aktif secara seksual. Akhir hidup dari Brandon Teena sangat tragis, Ia dibunuh oleh teman-teman prianya setelah mengetahui bahwa dirinya adalah seorang perempuan, sebelum itu mereka terlebih dahulu memperkosa Brandon. Scene tersebut adalah bagian paling memilukan yang membuat saya tidak ingin lagi menonton film ini kembali, bukan karena filmnya jelek, melainkan sangat menyayat hati melihat betapa menderita menjadi seorang Brandon Teena yang diperlakukan sekeji itu.

Menjadi minoritas di tengah mayoritas yang patriarkis adalah survival time sepanjang waktu. Mira dan Brandon Teena adalah dua contoh kisah menyedihkan kaum minoritas yang kisah pilunya terkuak. Kematiannya adalah konsekuensi dari jalan hidup sebagai transpuan dan transeksual yang dianggap menyimpang oleh masyarakat, yang juga momok dan patut dibuang. Meski, harusnya itu tidak pernah terjadi.

Diluar dari banyaknya kontroversi dan kritik keras dari beberapa kritikus film, Boys Dont Cry banyak direkomendasikan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kelompok subaltern yang tidak dapat menyuarakan hak-haknya dalam ketertindasan mengalami penderitaan begitu hebat di dunia yang telah melahirkannya. Masyarakat harus paham bahwa betapapun keyakinan membuat kita menjadi terkotak kotakan dan social gap terlihat jelas, tindakan kita dibatasi oleh hak asasi manusia.

Boys Don't Cry
Dengan judul yamg sama, Boys Don’t Cry adalah sebuah lagu milik The Cure yang juga merupakan soundtrack dari film Boys Don’t cry (1999)

#music #movie

Leave a Reply