BPHTB

Sambat hari ini,

Setelah huru hara belakangan ini selesai, saya janji sama diri sendiri untuk nulis semua keluh kesah dari mengurus pindah tangan properti. Tapi ini dicicil dulu.

Asli, saya baru sadar kalo hidup ini lebih mahal dari yang saya kira. Pemerintah ternyata mengambil banyak kesempatan untuk nguras harta rakyatnya dari segala macam hal yang dipajakin. Mulai dari makan minum, belanjaan, pajak penghasilan, pajak kendaraan, pajak bumi bangunan dll. Diantara dan lain lain itu saya baru tahu kalo ada yang namanya BPHTB alias biaya perolehan hak atas tanah yang nilainya bukan main mahalnya.

Saya baru tahu ini karena sedang ditugaskan Bapak mengurusnya. Tarif BPHTB mencapai 5% untuk setiap kali peralihan tanah. Padahal saya mencari tahu bahwa Pemerintah Pusat telah menurunkan BPHTB menjadi 1% saja. Pada kenyataannya, implementasi di Pemda jauh dari instruksi ini, alasannya karena peraturan mengenai BPHTB diatur dalam peraturan daerah masing masing. Jadi daerah tidak mau kalau sampai APBDnya berkurang. (baca)

Mahalnya BPHTB ini pernah disinggung oleh Ahok semasa menjabat Gubernur DKI beberapa tahun silam. Ia pernah mengeluhkan kalau selama ini yang ngebuat banyak orang malas mengurus sertifikat tanah adalah karena tingginya biaya BPHTB, dan mengusulkan untuk diganti saja hanya menjadi 300 ribu rupiah. (Sayang sekali, ini belum terwujud)

Jadi engga heran ya kalau ini jadi salah satu faktor meningkatnya kesenjangan sosial di Indonesia. Saya kebayang gimana mahalnya salah satu kebutuhan primer manusia ini berpuluh puluh tahun mendatang. Apakah pola ini ngebuat orang-orang kaya jadi ngumpulin properti sebanyak banyaknya sekarang, sampai akhirnya menyisakan orang-orang yang engga punya daya beli di masa mendatang? Saya harap ini hanya pesimisme saya aja.

Anyway, kalo kita sudah sumbangsih terhadap negara lewat pajak-pajak yang kita bayarkan setiap detiknya, jangan biarkan pemerintah jadi anti kritik. Kita berhak untuk tanya apa saja yang negara sudah berikan ke rakyatnya di jaman dimana engga ada jaminan anti korupsi sekarang ini. Karena kalau kamu sudah taat banget bayar pajak, setiap kali ada berita tentang korupsi rasanya sakit banget.

#thought

2 thoughts on “BPHTB

  1. hmm…ada aroma aroma warisan nih kayaknya 🙂
    masih ingat dalam benak… BTP pernah ngotot untuk bebasin PBB kalau properti dibawah 1M, bener2 legacy yg membuka mata sekali buat rakyat awam, bahwa hal-hal yg seperti itu (pajak bumi bangunan) sebenarnya bisa di set supaya gak perlu bayar (gratis).

    • Hahaha iya benar koh, tapi bukan buat aku wkwk 😀
      Makin hari jadi makin tahu, kebutuhan orang dewasa itu banyak ternyata hffft

      Aku baru tahu kalo BTP pernah perjuangin ini, pantesan ya banyak elit yang engga suka sama kebijakan yang dibuat BTP.
      Tapi yang lebih engga bisa aku pahami, kebijakan di pemerintah pusat engga sinkron dengan daerah. Jadi klaimnya buat apa dong .

Leave a Reply