Buat Baju Seragam Sendiri

Saya bergumam sewaktu membaca artikel vice tentang ini. Isinya, sungguh relate dengan apa yang saya alami di usia segini. Soal baju seragam bridesmaid contohnya. Dalam setahun, kalo ada paling tidak 3 orang teman dekat yang nikah, saya harus mengeluarkan 600 ribu hanya untuk ongkos jahit (belum termasuk bahan tambahan). Dipikir-pikir mahal juga ya.

Kegiatan bagi-bagi seragam ini, meski rasanya mahal diongkos, tapi jadi salah satu momen yang saya suka. Karena, selain bisa kumpul lagi dengan teman-teman dekat, bisa ngumpulin banyak memori untuk foto-foto, kita bisa bertukar ide tentang banyak hal, dari mulai model baju apa yang ingin dipilih, make up apa yang cocok, sampai pakai kendaraan apa untuk sampai venue bareng-bareng.

Tapi, sampai saat dimana Anggit kasih kami seragam, saya mulai mengeluh lagi, saya harus ke tukang jahit lagi, bayar 200rb untuk hasil yang engga bagus-bagus amat. Akhirnya, saya menyiasati dengan ide membuat seragam sendiri di rumah. Saya memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap hasil baju yang saya buat. Mula-mula saya cari berbagai pola di Internet, ternyata tidak sulit. Saya membuat pola untuk beberapa bagian baju, kemudian memotongnya. Saya minta tolong adik yang tangannya lebih terampil untuk menjahit. Jadilah selama beberapa hari kita disibukkan antara memahami mesin jahit yang baru saja dibeli, dengan praktik untuk membuat jahitan yang proper.

Hasilnya? not bad lah, sebuah tunik yang malam ini saya pakai ke acara Anggit. Saya saving 200ribu, yang uangnya saya gunakan beli mesin jahit (yang semoga akan terus berguna).

Buat Baju Seragam Bridesmaid Sendiri
pilih tunik, karena ingin pakai celana
Buat Baju Seragam Bridesmaid Sendiri
That ‘ baju seragam ‘ handmade by me and ma sister
Update : baju dan kain lilit yang dipakai kisty juga handmade by Ali and sister hihihi 🙂

#thought

Leave a Reply