Chernobyl (2019)

Setelah sekian minggu dilanda kehampaan karena Game of Thrones seasion terakhir sudah tamat, akhirnya saya mulai mencari berbagai alternatif tv series yang engga kalah menarik. Salah satunya jatuh pada miniseri yang juga diproduksi oleh chanel HBO, Chernobyl (2019).

Chernobyl (2019)
Chernobyl (2019) poster

Chernobyl (2019) hanya dibuat sebanyak 5 episode. Episode terakhir akan ditayangkan hari ini 3 Juni 2019. Saya ingin mereview secara umum kenapa miniseri ini punya rating yang tinggi di IMDB. Difilmkan berdasarkan kisah nyata pada April 1986, di Republik Sosialis Soviet Ukraina. Sebuah kecelakaan nuklir terburuk pernah terjadi pada saat itu. Reaktor nomor 4, di PLTN Chernobyl yang terletak di dekat Pripyat meledak. Akibatnya, kontaminasi radioaktif di atmosfer menyebar di seluruh kawasan Uni Soviet bagian barat dan Eropa. Ribuan penduduk terpaksa diungsikan.

Miniseri Chernobyl dibuat dengan mendramatisasi cerita ini. Berfokus pada upaya Valery Legasov dalam mencari penyebab dan menanggulangi bencana nuklir. Legasov adalah kepala komisi penyelidikan bencana Chernobyl. Ia berduet dengan Boris Shcherbina sebagai perwakilan pemerintah dalam misi yang sama. Peran Legasov diperhitungkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya yang akan dieksekusi oleh Shcherbina. Meski begitu, ada banyak bagian yang menunjukkan dilema bagi keduanya. Seperti yang kita tahu, Uni Soviet menjadi negara adidaya yang menjaga gengsi dari bantuan luar bahkan untuk mempublikasikan apa yang terjadi di Chernobyl.

Hal menarik dari tayangan Chernobyl, kita disuguhkan pada situasi ditahun 1986 yang terlihat seperti dokumenter asli. Setiap detailnya dibuat sama persis, dari mulai logat bahasa, kostum, bangunan, dan detail adegan. Seorang fotografer, Philip Grossman memposting beberapa foto melalui laman instagramnya dan menunjukkan kondisi asli dari bekas PLTN Chernobyl. Saya cukup kagum bahwa replika yang ada dalam miniseri Chernobyl dikerjakan dengan sangat mirip.

Selain visual, komposisi musik yang diproduksi sama bagusnya. Sama seperti film horor, scoring musik sangat membantu dalam menciptakan rasa cemas bagi para penonton. Dan saya mendapatkannya pada tayangan ini. Dentuman dan suara-suara berisik dari ledakan nuklir mampu menghasilkan efek mencekam dalam setiap scenenya.

Saya tidak sabar untuk menonton episode terakhir, walaupun bukan seperti Game of Thrones yang perlu menebak-nebak. Saya tetap penasaran bagaimana HBO mengemas keseluruhan dari miniseri ini.

#referensi

Leave a Reply