Holier Than Thou

Holier than thou berartikan sebagai sikap sok merasa lebih suci. Saya sendiri baru merasa populer dengan idiom ini setahun belakangan. Meski pada tahun 1991, hollier than thou jadi judul sebuah lagu yang dirilis oleh band kenamaan Metallica. Istilah hollier than thou jadi sering dipakai karena relate banget sama keadaan sekarang ini.

Tahun lalu, saya pernah mencoba menjadi vegan (extremely vegan) yang bermula dari alasan ingin mengobati alergi. Setelah beberapa waktu, saya kemudian mempelajari vegan sebagai upaya untuk mengkampanyekan perlawanan kekerasan pada hewan, kerakusan manusia atas kebutuhan memakan daging, dan lain lain. Pada saat itu, dengan menjadi vegan, saya merasa wajib untuk kampanye vegan ke orang lain, paling sering ke keluarga saya sendiri. Saya mempertontonkan kepada adik bagaimana kejamnya industri peternakan ayam (dalam video itu ada di luar negeri) yang begitu sadis dan jorok. Saya berceramah dari sebuah quotation yang saya dapatkan di internet

Kalau ayam sampai harus diternakkan massal seperti ini (dipaksakan), manusia harus mulai refleksi diri : apa kita terlalu rakus ya?

sumber : hipwee

Bukannya insyaf (beralih ke vegan), adik saya mulai merasa saya begitu menyebalkan. Ibu juga kewalahan menyiapkan bekal pagi disetiap harinya. Saya juga mendebat teman-teman di kantor. Tetapi, tidak beberapa lama dari minggu minggu tersuci yang pernah saya jalani -dimana saya hanya memakan asupan dari sumber nabati saja-, saya mulai memakan daging lagi. Alasannya, karena tubuh saya butuh banyak energi untuk menjalankan aktifitas yang padat, sumber protein hewani lebih akan sangat membantu untuk saya jalani hari-hari. Singkatnya, saya memang engga idealis-idealis amat.

Holier than thou
Photo by Amelia Brown on Unsplash

Kejadian diatas bikin saya jadi banyak merefleksi diri. Obsesi saya terhadap apa yang saya rasa jadi jalan paling benar dan suci ternyata jadi hal yang bikin jengkel untuk para omnivora yang saya debat. Bukan karena saya mengadopsi gaya hidup vegan, melainkan sentimen saya terhadap orang-orang yang punya pilihan untuk tetap memakan daging. Yang mana saya sendiri tidak pernah membuktikan daging yang mereka makan setiap harinya berlebihan atau tidak, bersumber dari peternakan yang salah atau tidak. I don’t care, yang penting saya lebih suci dari kamu begitulah kira kira “holier than thou” yang pernah saya alami.

Sekali lagi, kembalinya saya menjadi manusia biasa yang tidak lebih suci dari manusia lain, bukan karena saya merasa vegan adalah sesuatu yang salah. Saya menyadari bahwa hidup dengan memaksakan keseragaman pada orang lain itu sama sekali tidak baik. Semoga saja tidak akan pernah lagi bersikap seperti bukan manusia. Random #thought

Leave a Reply