Jurangmangu

Tahun 2014 lalu, saya pernah menuliskan sebuah tulisan untuk photo essay -kalau boleh disebut- tentang Desa Jurangmangu di Pemalang. Sayangnya, tulisan saya belum juga tuntas. Karena notepad file dan sebagian fotonya masih saya simpan, maka saya akan recall kembali cerita ini.

Pengamatan gunung slamet
Pengamatan gunung slamet doc : difonis

Jalanan berbatu yang berkelok dan terjal membawa kami sampai di pos pengamatan gunung Slamet untuk beristirahat. Sambil berkeliling, kami diperlihatkan oleh petugas, foto-foto yang menunjukkan sejarah erupsi letusan Gunung Slamet. Salah satunya dibidik oleh pewarta yang tidak asing lagi bagi kami, Idhad Zakaria. Mas Idhad, begitu biasanya kami sapa, menyumbang salah satu foto letusan Slamet yang kemudian banyak dimuat oleh beberapa media massa. Gunung tertinggi di Jawa Tengah ini pertama kali meletus pada 11-12 Agustus 1772, hingga setengah abad berlalu, letusan keduanya terjadi pada Oktober 1825 dan terakhir adalah September 2014.

Dengan ketinggian 3428 meter dpl, Gunung Slamet terletak diantara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kami saat itu berhadapan dengan Gunung Slamet dari sudut Kabupaten Pemalang, tujuan kami sesungguhnya adalah Desa Jurang Mangu, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang,Jawa Tengah. Dimana merupakan Desa Tertinggi di kaki Gunung Slamet. Desa ini merupakan salah satu jalur pendakian Slamet, yakni Jalur Gambuhan-Jurangmangu di sisi utara. Jalur Gambuhan ini kurang populer dibandingkan dengan Jalur Bambangan yang berada di sisi timur melalui Purbalingga, Jawa Tengah, sebab perjalanan yang ditempuh relatif lebih lama dan jalanan lebih curam.

Teman-teman Agrica
Teman-teman Agrica doc : difonis

Selepas dari menikmati keindahan Gunung Slamet beserta bukti-bukti keaktifannya di Pos Pengamatan, kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami dengan sepeda motor menuju Desa Jurangmangu. Perjalanan kesana cukup dekat, namun berbukit-bukit. Desa Jurangmangu sendiri memiliki ketinggian rata-rata 1200 meter dpl dengan kondisi topografi terdiri dari daerah dataran tinggi. Secara geografis sebelah utara Jurangmangu berbatasan dengan Desa Karangsari Kecamatan Pulosari, sebelah timur berbatasan dengan Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari, sebelah selatan berbatasan dengan Tanah Perhutani dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari.

 Bapak Sekdes Jurangmangu
Bapak Sekdes doc : difonis

Di Desa Jurangmangu inilah, saya dan teman-teman Agrica akan habiskan waktu untuk bermalam. Sebagai desa tertinggi di kaki gunung slamet tentu malam hari jadi sebuah tantangan, khususnya buat saya yang tidak tahan udara dingin. Saat itu, jaket yang saya kenakan sama sekali tidak membantu, untungnya saya membawa baju cadangan untuk dipakai berlayer-layer. Bapak Sekdes (yang rumahnya kami tempati) banyak bercerita tentang gunung Slamet dan juga berbagai fenomena pendakian. Ini adalah momen yang paling menyenangkan, kami disuguhi kopi juga gorengan panas.

Bapak Sekdes juga berbagi cerita mengenai nasi jagung. Nasi jagung adalah komoditas makanan yang sudah jarang dikonsumsi, tetapi masih dapat ditemukan di Desa Jurangmangu. Pada jaman dahulu, jagung digiling hingga menyerupai tepung yang bertekstur untuk dijadikan makanan pengganti nasi. Masyaraka jurangmangu yang kesulitan atau tidak punya daya beli pada produk beras, memutuskan untuk memakan nasi jagung. Tetapi, lain hal sekarang, biasanya nasi jagung disuguhkan di meja makan hanya jika si pemilik rumah ingin memakannya saja (bukan sebagai ketidakmampuan membeli beras).

Jurangmangu
Jagung yang akan digiling doc : difonis

Keeseokan harinya, kami diajak ke tempat penggilingan nasi jagung. Foto-foto dibawah ini adalah proses bagaimana nasi jagung digiling. Setelahnya, kami menikmati nasi jagung yang telah dimasak oleh Ibu Sekdes yang baik hati. Bagi saya yang baru pertama kali mencoba nasi jagung, rasanya enak. Ditambah lauk pauk, nasi jagung semakin enak.

Jurangmangu
Penggilingan Jagung doc : difonis
Jurangmangu
doc : difonis
Jurangmangu
doc : difonis
Jurangmangu
doc : difonis

Leave a Reply