Kemasan

Ada sebuah frenchise minuman yang menawarkan konsep unik dengan mengesankan vintage vibe. Seperti minuman teh kekinian, menu yang ditawarkan sebetulnya sama saja dengan kebanyakan outlet serupa, thai tea, green tea, coffee, milo dsb. Satu-satunya yang membedakan hanyalah kemasan.

Frenchise ini menempatkan minuman di sebuah plastik (seperti plastik es kiloan) kemudian dimasukkannya ke dalam paper pouch dan dikemas lagi dalam sebuah plastik tenteng. Jika tidak kebayang, clue berikut akan membantu (disini). Dihitung-hitung, untuk setiap pembelian sebuah minuman yang rata-rata harganya 10ribu, kita akan mendapatkan sebanyak 3 kantung kemasan, dua diantaranya adalah plastik. Alih-alih menjadi edgy, menurut saya ini sebuah bentuk pemborosan yang ga ada artinya.

Tadi sore setelah maghrib, saya dan seorang teman mampir hendak jajan di pinggir jalan stasiun Gondangdia. Karena haus, saya mencari minuman yang manis dan segar. Pilihan jatuh pada minuman green tea di sebuah stand minuman dari frenchise yang saya sebutkan di atas. Ada dua orang yang berjaga disana.

Percakapan saya dengan kedua penjual ini sempat diwarnai kengeyelan satu sama lain. Saya yang bersikeras menginginkan agar minuman saya tidak perlu dikemas dalam paper pouch dan plastik tenteng. Serta, kedua penjual yang kompak menentang keinginan saya.

Aliyah : gausah pake ini ya bang *nunjuk kemasan paper pouch dan plastik tenteng yang sudah disiapkan*
Abang 2 : gak bisa harus pake ini
Aliyah : gausah lah ribet
Abang 2 : tapi harus pakai ini buat nyolokin sedotan, nih liat *menunjukkan petunjuk yang ada di paper pouch*
Aliyah : ga mau, nanti kebanyakan sampah. Pake plastik dasarnya aja.
Abang 2 : gabisa, soalnya penjualan dihitung dari banyaknya kemasan yang sudah terjual
Aliyah : yaudah lu simpen aja si

*abang 1 dan abang 2 nampak sedang berdiskusi, dan akhirnya manut*

Dari percakapan di atas saya jadi tahu, pantas saja kedua penjual nampak bingung dan ogah-ogahan untuk memenuhi permintaan saya soal tidak menggunakan kemasan yang berlebihan. Mungkin saja kebijakan itu dibuat oleh pemilik frenchise agar setiap pembeli juga ambil bagian dari lingkaran promosi. Dengan berekspektasi tinggi bahwa banyak calon pembeli yang kemudian tertarik melihat kemasan minuman tersebut ditenteng-tenteng orang banyak. Saya pikir ini tidak salah, tapi kenyatannya tidak selalu begitu.

Dalam dunia design ada sebutan UI dan UX. UI adalah User Interface yang berarti tampilan muka yang pertama kali dilihat. UX adalah User Experience yang berarti pengalaman pengguna. Atau sejauh mana suatu produk atau sistem dapat menyediakan pengalaman pengguna yang baik dari aspek kebergunaan, kemudahan, dapat dipahami, dan efisiensi.

Apa yang saya resahkan dari pengalaman saya membeli vintage thai tea semalam adalah tidak pentingnya nilai kegunaan dari kemasan yang berlapis-lapis. Tidak mudah, dan tentu sangat boros (tidak efisiensi) untuk mendukung kemasan yang ramah lingkungan. Juga tidak dapat saya pahami : Because the packaging has to really sell the product today. But, how can you keep sell it even if it’s meaningless?

White carton packages and bottles for liquid Free Photo
photo source : freepik.com

#thought #opini

Leave a Reply