Memaafkan

Seorang dosen bercerita diakhir kuliahnya tentang kisah Muhammad SAW, suatu ketika Rasulullah melihat selepas seorang laki-laki keluar dari masjid dan kemudian berkata “Allah sudah menjamin surga bagi lelaki itu”. Begitu seterusnya setiap hari setelah lelaki tersebut keluar dari masjid, Rasulullah selalu menggumamkan hal yang sama. Hingga akhirnya membuat para sahabat Rasul merasa penasaran. Salah satu sahabat kemudian mencari tahu apa yang membuat Rasulullah berkata hal demikian. Lalu, sahabat mendatangi rumah lelaki itu dan mengutarakan niatnya untuk bermalam.

Sehari berlalu, dua hari berlalu,

Sahabat tidak menemukan apapun yang terlihat istimewa dari lelaki yang dibicarakan Rasulullah. Ibadahnya sama seperti umatnya yang lain, tidak lebih dan tidak kurang. Semuanya tidak berbeda dan tidak ada yang istimewa.

Sampai suatu ketika, Ia menyadari sesuatu dan dibenarkan oleh Baginda Rasul, bahwasanya orang tersebut mempunyai kebiasaan pada setiap malam, menjelang tidur. Tidak pernah sekalipun terlewat olehnya Ia  selalu berdoa kepada Allah SWT, seperti berikut : “Ya Allah, Aku memafkan orang-orang yang hari ini kutemui dan semua kesalahan orang yang pernah menzalimiku”.

***

Cerita itu membuat saya tersentak, pukul 09 malam seorang Dosen mengakhiri kuliahnya dengan motivasi yang membuat saya akhirnya berkontemplasi sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Yang membuat tersadar bahwa memafkan ternyata memang bukan perkara mudah, sehingga menjadikannya hal yang sangat bernilai.

Seringkali kita merasa terbebani ketika menyimpan kebencian terhadap orang lain, bahkan saat orang tersebut sudah tidak menjadi bagian dari hidup kita saat ini,  itulah yang menunjukkan kita ternyata masih hidup di masa lalu.

Dan kadangkala menjadi alasan untuk dapat memperlihatkan kesuksesan kita di mata mereka, padahal kita tetap bisa bangkit dari rasa diremehkan tanpa perlu menyimpan dendam.

Seperti saya sedang berbicara pada diri sendiri saat ini.

 

Leave a Reply