Memahami Politik Brexit #1

Kalau ‘Parasite‘ digemari banyak orang karena film dengan cerita yang relatable. Saya bertanya-tanya, apakah politikus macam Trump dan Boris Johnson bercitra nyeleneh agar supaya lebih relate sama masyarakatnya? Sebagai orang Indonesia yang berkaca dari politikus disini yang doyan citra positif nan agamis saya merasa tidak lazim. Tapi, gara-gara ini saya menyelami lebih dalam soal politik UK (terutama British exit/Brexit).

Sejak tanggal 31 Januari 2020 lalu, Inggris resmi keluar dari keanggotaan di EU. Beberapa video penurunan bendera UK di Dewan Eropa dan gedung Parlemen Eropa di Brussels sempat mewarnai timeline di media sosial. Mulai saat itu, pencarian saya menelurusi segala berita tentang Brexit (meskipun issue brexit sudah sejak lama digaungkan) membuahkan kesimpulan bahwa politik UK seru juga.

Awal mula referendum Brexit
David Cameron adalah tokoh yang memulai mewujudkannya referendum Brexit. Pada Mei 2015, Ia menjanjikan diadakannya referendum mengenai keanggotan Inggris dari Uni Eropa, dengan syarat partainya (partai konservatif) bisa memenangkan pemilu 2015 yang mana juga menjadikannya kembali sebagai Perdana Menteri. David Cameron, meski yang mencetuskan ide namun sebetulnya Ia berdiri pada pendirian remain alias tetap bergabung dengan EU, bahkan Ia juga tidak berekspektasi bahwa referendum pertama yang dilaksanakan justru memenangkan leave voters. Hal ini berujung pada pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri mulai Oktober 2016 yang selanjutnya digantikan oleh Theresa May.

Theresa May dan penolakan berkali-kali
Rasanya jadi Perdana Menteri bagi Theresa May mungkin seperti kutukan. Ia dapat warisan dari David Cameron untuk melaksanakan hasil referendum Brexit. Demi mengatur segala hal yang perlu diselesaikan antara UK dan pihak EU maka terbitlah yang disebut Article 50. Dalam artikel tersebut, disediakan waktu selama dua tahun masa perundingan dan kesepakatan antara Inggris dan EU. Masa tenggat tersebut kemudian diperpanjang berkali-kali lantaran draft perjanjian yang dibuat Theresa May ditolak 3 kali oleh parlemen Inggris. Karena merasa telah gagal memperjuangkan Brexit, Theresa May akhirnya mengundurkan diri sebagai perdana menteri, yang kemudian digantikan oleh Boris Johnson dari partai yang sama.

berlanjut sudah ngantuk.. #politic

Brexit Metro Newspaper
Photo by Habib Ayoade via unsplash

One thought on “Memahami Politik Brexit #1

  1. Pingback: Memahami Politik Brexit #2 dan Boris Johnson Effect- Mon Journal

Leave a Reply