Memahami Politik Brexit #2

Tulisan sebelum ini : memahami politik Brexit #1

Boris Johnson Effect
Setelah perjalanan yang lama untuk mencapai sepakat, akhirnya perjanjian dengan Parlemen Inggris disetujui (20 Desember 2019) pada masa Boris Johnson menjabat sebagai Perdana Menteri. Kesepakatan itu melahirkan RUU Perjanjian Penarikan Inggris dari EU yang isinya membahas soal pemisahan Inggris dari EU seperti hak-hak warga negara dan penyelesaian keuangan Inggris.

Sebelum kesepakatan tersebut terjadi, mantan walikota London itu mengalami desakan dan seruan lawan-lawan politiknya untuk mengundurkan diri. Johnson bersikeras membela mati-matian untuk menarik Inggris dari EU pada 31 Oktober 2019 dengan deal or no-deal Brexit ditengah-tengah banyak pihak yang juga ingin diadakannya referendum kembali.

Pada 12 Desember 2019 dilakukan pemilu dini untuk memutuskan apakah Inggris akan meninggalkan EU atau melangkah menuju referendum Uni Eropa lainnya. Pada pemilu tersebut, apabila Boris Johnson dari partai konservatif menang, maka Ia berjanji menyerahkan Brexit pada 31 Januari 2020. Sebaliknya jika Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn menang, maka Corbyn menjanjikan dilaksanakannya referendum ulang. Hasilnya telah diumumkan pada 13 Desember 2019 bahwa Boris Johnson kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris dan melanjutkan Brexit hingga akhirnya Parlemen Inggris meloloskan kesepakatan brexit (baca).

Sidang terakhir
Tanggal 30 Januari 2020 menjadi agenda sidang terakhir Inggris sebagai bagian dari keanggotaan EU. Sidang itu dilaksanakan di Brussel, Belgia. Keputusan akhir dari sidang tersebut dihasilkan dengan 621 voters menyetujui keluarnya Inggris dari EU, 49 menolak dan 13 abstein. Sidang diakhiri suasana haru dengan semua anggota parlemen menyanyikan lagu Auld Lang Syne bersama-sama. Selanjutnya pada tanggal 31 Januari 2020 Inggris resmi keluar dari uni eropa.

Bagaimana Nasib Skotland?
Pekerjaan rumah UK rasanya masih belum selesai, Skotlandia (merupakan bagian dari anggota negara Britania Raya) yang sejak awal berpendirian remain terus mengupayakan agar negaranya tetap menjadi bagian dari EU. Politikus dari partai SNP (Partai Nasional Skotlandia) yang juga menjabat sebagai First Minister of Scotland Nicola Sturgeon pernah mengirim surat kepada Boris Johnson untuk menggelar referendum kemerdekaan namun ditolak. Setelah resmi brexit, pada awal februari Sturgeon menyatakan sikapnya untuk terus mengupayakan skotlandia bersatu dengan EU.

sumber tulisan diambil dari banyak sumber berita di media arus utama baik media dalam negeri maupun media UK, saya rangkum kembali sebagai timeline brexit

Leave a Reply