Panic Buying

Bukan hanya masker, beberapa harga bahan pangan di pasar dikabarkan naik sehubungan dengan diumumkannya 2 orang positif corona di Indonesia. Sejak hari itu, sejumlah supermarket nampak ramai dikunjungi (dipikir-pikir memang lagi tanggal muda juga si), berdus-dus makanan instant bertumpukan dalam satu troli. Fenomena ini yang kemudian disebut panic buying, juga dialami di sejumlah negara.

Due to panic buying phenomena in the coronavirus crisis, I realized that food diversification is important applied.

Disamping mengutuk keras tindakan penimbunan barang dan menaikkan harga. Saya merasa heran, kenapa orang-orang begitu takut dan panik akan terjadinya kelangkaan barang sehingga harus berbondong bondong membeli stok bahan pangan dalam jumlah banyak, dan justru menjadi penyebab kelangkaan itu sendiri. Seperti halnya pencegahan virus melalui sanitasi, jika tidak bisa cuci tangan, pakailah hand sanitizer. Pencegahan melalui penguatan antibodi juga bisa dilakukan dengan banyak cara, tidak hanya bersumber dari satu dua sumber rimpang yang kini harganya naik drastis.

Sama seperti konsep orang diet, pada prinsipnya sumber proksimat, fitokimia atau vitamin tidak hanya bersumber pada satu bahan pangan tertentu saja. Sumber karbohidrat tidak hanya nasi, sumber protein tidak hanya daging, sumber vitamin c tidak hanya jeruk, begitupula hal-hal lainnya. Saya jadi sadar bahwa konsep diversifikasi pangan yang sudah dicanangkan berpuluh-puluh tahun lalu bisa sangat berguna dalam menghadapi panic buying ini, syukur syukur kalau pada akhirnya kita sadar untuk menerapkannya. Kemarin saya baru dapat meme lucu di twitter (tapi lupa di capture), di negara eropa stok barang untuk berbagai pasta mulai menipis, tapi orang asia yang tinggal disana tidak khawatir, karena mereka bisa makan nasi, disini bisa jadi sebaliknya 😀 .

Untuk itu, berikut adalah rangkuman kecil kecilan beberapa pilihan sumber bahan pangan berdasarkan keunggulan komponennya.

Sumber karbohidrat : bisa didapatkan dari beras putih, beras merah, beras cokelat, kentang, jagung, barley, shorgum, singkong, ubi jalar merah, ubi jalar ungu, ubi jalar orange, garut, suweg. Tambahan, dengan membaca jurnal ini, akan membantu memilih sumber karbohidrat mana yang sesuai dengan kebutuhan kita berdasarkan Indeks Glikemik terhadap cara pengolahan.

Sumber bahan pangan meningkatkan imunitas : adalah dengan mengonsumsi nutrisi seperti protein, antioksidan, asam lemak esensial, dan vitamin

Sumber protein : daging, susu, kacang-kacangan, ikan, udang, dada ayam, telur dan masih banyak lagi. Konsumsi protein tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kekurangan.

Sumber antioksidan : daun-daunan (daun kelor, daun jeruk purut, daun jambu biji), rempah-rempah (temulawak, jahe, kunyit, pala, paprika, serai, lengkuas, bawang putih, bawang merah), buah buahan (naga, sirsak, jambu merah, belimbing wuluh, strawberi, mahkota dewa,salak, rambutan,alpukat, jamblang, kemloko, apel, pisang, manggis, paprika hijau, kiwi, pinang yaki, dan tomat)

Lebih spesifik, sumber vitamin c : percaya engga, kalau sumber vitamin c tertinggi ternyata bukan jeruk atau berasal dari buah buahan lainnya, melainkan dari daun singkong (Almatsier, 2016). Iya tapi kan engga mungkin ya makan daun singkong mentah, jadi alternatif lainnya adalah : kemangi, tomat masak, jambu monyet buah, jambu biji, pepaya, mangga, durian, kedondong, jeruk, nanas, rambutan dll. Konsumsi vitamin c ini juga tidak perlu berlebihan, karena kalau kita konsumsi lebih sedikit dari angka kecukupan yang dianjurkan, sisa vitamin c nya akan dikeluarkan secara alami dari tubuh. Tapi kalau lebihnya kelewat banyak, justru akan bahaya menjadi asam oksalat alias batu ginjal.

Pada intinya, seperti yang disampaikan oleh WHO bahwa untuk pencegahan virus corona (yang sebetulnya juga pencegahan penyakit lainnya) adalah dengan menjaga imunitas tubuh agar tidak gampang sakit, dengan olahraga, minum air cukup, tidur cukup dan makan makanan bernutrisi demi meningkatkan kekebalan tubuh. Demi menjaga kestabilan harga dan stabilitas negara, saya kira ada baiknya kita memanfaatkan banyak sumber bahan pangan bernutrisi, jangan hanya terpaku dengan yang sedang ngetren saja.
Demikian, semoga kita semua selalu sehat dan bahagia dan banyak uang.

#opini

Leave a Reply