Positif

Dua minggu yang lalu, untuk pertama kalinya saya merasakan pemeriksaan swab test covid 19 dalam rangka vaksinasi pertama. Saya datang bersama Ibu di sebuah halaman sekolah yang diperuntukkan sebagai tempat screening kesehatan. Saya merasa begitu dekat dengan pandemi. Beberapa petugas ditempatkan dalam meja posnya dengan memakai baju APD lengkap. Di atas mejanya terdapat alat kesehatan masing masing, ada yang memegang thermometer gun, ada yang sedang menyiapkan alat tensi, yang terakhir menyiapkan alat swab test antigen. Saya memperhatikan satu persatu bagaimana alurnya. Dalam sepersekian detik saya merasa sangat sureal dengan pemandangan ini.

Selama 20 sekian tahun hidup, meski belajar biologi, kimia, dan sejarah dari SD, saya tidak pernah membayangkan akan ada di kondisi seperti ini. Jadi saya cukup mengerti betapa susahnya situasi ini dicerna oleh banyak orang. Hal hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya terjadi begitu cepat dan massive, apalagi kita melawan sesuatu yang engga terlihat. Jadi kalau suatu saat zombie apocalypse betulan ada, semuanya sangat mungkin terjadi. But wait, sebelum terlalu jauh ke masa depan, beberapa hari yang lalu ada sebuah berita dari meksiko, tentang kebocoran pipa gas bawah laut yang menyebabkan laut terbakar. Kurang sureal apa dunia yang kita tinggali ini sekarang 😮

By the way, setelah 4 hari saya divaksin, saya mulai bergejala, tenggorokan sakit dan demam tinggi. Saya pikir ini efek dari vaksinasi beberapa waktu lalu. Sampai pada tanggal 29 juni lalu di sebuah pagi ketika saya ingin membersihkan wajah dengan milk cleanser beraroma mawar saya kaget sekali, benda itu tidak mengeluarkan bau sama sekali. Lalu, saya coba semua parfum daan juga tidak ada baunya.

Kemudian saya melakukan test antigen secara mandiri dan hasilnya adalah saya positif covid 19 entah varian apa. Ini adalah hari ke-10 sejak saya demam, kemarin saya coba tes lagi dan hasilnya negatif. Secara gejala saya sudah sangat membaik, hanya tersisa anosmia dan batuk yang hopefully bisa segera sembuh. Sepuluh hari yang cukup lama untuk dilewati, agak sulit untuk memfokuskan diri dengan kesembuhan, sementara betapa pun saya coba mengalihkan diri dari berita covid, ambulance diluar rumah lalu lalang entah membawa pasien, entah membawa jenazah.

Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak punya pilihan selain berharap. Dengan harapan, manusia bisa survive. Beberapa hari yang lalu saya berharap, saya dan Ayah saya bisa survive dan Ibu tidak letih merawat kami agar tidak tertular. Harapan itu harus tumbuh setiap hari, karenaa we’re gonna survive EVERYDAY cause we live in war zone !!

Salah satu yang menghibur saya selama isoman adalah saya senang sekali mendengarkan suara saya yang bindeng ini, yang walaupun agak melewatkan rejeki. But I really love to hear it. haha

check this out, lebih seksi engga si LOL

Anyway, semangat terus, tetap jaga kesehatan, jangan begadang, All lives matter.

2 thoughts on “Positif

Leave a Reply