Do you guys think, there is a ‘proper’ entertainment talk show in Indonesia?

*I’m not writing this with any mean intention. Not because I’m good at it, but this thing has been in my mind for a long time.

Photo by Arthur Osipyan via unsplash

Saya adalah penggemar acara talk show, terutama topik kasual seputar dunia entertainment. Kadangkala saya juga menonton talk show politik. Tetapi politik, seringkali membuat sakit kepala. Saya senang bisa melihat perspektif orang lain yang baru didengar, terutama soal ide ide dibalik proses kreatif atau hanya sekedar perbincangan tentang apa yang pertama kali dilakukan para figur publik setelah bangun tidur.

Saya memfavoritkan Jimmy Fallon dan James Cordon sebagai pembawa acara talk show. Mereka membuat saya memiliki standar bagaimana seharusnya membangun perbincangan dengan narasumber yang santai, nyaman dan tentu saja fokus. Meski begitu, saya sadar bahwa pembawaan setiap individu tidak bisa disama-ratakan. Jadi, mari kita berbicara ‘proper’ dalam arti yang dapat diterima banyak orang.

Saya baru saja datang ke youtube trending, menonton talk show yang dipimpin oleh 4 pembawa acara. Betul, sebanyak itu. Saya terkejut, tapi ini normal untuk memiliki 4 pembawa acara di sebuah show -di Indonesia, tentunya-. Saya bertanya-tanya mengapa, sementara mereka hanya memiliki 2 atau 3 bintang tamu?

Tapi baiklah, boyband favorit saya pun memiliki banyak anggota dan mereka bisa mengelolanya. Oke, soal jumlah tidak ada yang salah dengan 4 host.

Tetap saja, saya menemukan beberapa alasan betapa anehnya (entertainment) talk show yang disiarkan di tv sini.

  • Sengaja dipertemukan untuk duel

Acara talk show seharusnya bukan kantor polisi tempat dimana orang datang untuk berperkara. Apa yang kamu harapkan dari dua orang bintang tamu yang masih panas berseteru dan dipertemukan dalam satu acara? Sebagai penonton, kita hanya dibodohi dengan settingan demi settingan yang tidak bisa kita ambil intisarinya. 

  • Tidak fokus pada bintang tamu

Sangat wajar untuk memotong pembicaraan yang terlalu panjang karena masalah durasi. Tapi saya lebih sering lihat, pembawa acara yang memotong pembicaraan agar mereka bisa melucu sendiri, trying so hard to be funny. Tapi tidak kembali ke topik obrolan, meski belum tuntas. It’s sad.

  •  Tidak terlihat bergairah untuk memberi pertanyaan

Pekerjaan pembawa acara memang tidak mudah, apalagi jika dituntut untuk jenaka terus (padahal menjadi menyenangkan saja sudah cukup). Saya mengerti, tetapi mengapa banyak sekali tv hosts yang secara terang terangan membaca pertanyaan dari layar/board dekat kamera (seperti teleprompter). Seakan bintang tamu juga bisa membaca sendiri pertanyaannya. Menurut saya, membaca dari balik cue card lebih terasa sopan dan menghargai, apalagi ditambah dengan gesture host yang antusias dengan jawabannya. 

  • Bebas melakukan apa saja

Saya menonton seorang remaja yang viral di Tiktok lalu diundang ke acara talk show. Ia mempunyai perawakan tampan dan badan yang ideal. Tahu apa yang dilakukan para host selagi anak itu sedang menjawab pertanyan? Pipinya dipegang bergantian sambil dirayu tanpa konsensual. Kalau itu tidak membuat sang bintang tamu risih, paling tidak itu sudah membuat saya sebagai penonton  risih. I mean, saya sedang menonton apa sih ini? The art of seduction?

  • Sesi bincang bincang 20%, games 50%, gimmick 1000% 

Tidak ada yang salah dengan memadu-padankan games, gimmick dan interview sekaligus. Tapi, kalau kebanyakan gimmick dan games dengan porsi yang berlebihan dibanding tertarik dengan bintang tamu dan gagasannya, It’s not proper as talk show.

  • Host superior

Kalau kamu ingat, beberapa bulan yang lalu ada banyak seruan untuk mengcancel pembawa acara sekaligus comedian Ellen DeGeneres, karena Ia dianggap sangat kejam pada crewnya dan beberapa case dimana Ia sangat tidak sensitif dengan bintang tamu. Itu mengingatkan saya, bahwa ada banyak sekali gesture dan karakter host seperti Ellen disini yang tidak sensitif dan superior.

Sebetulnya ada salah satu acara talk show yang saya sukai di Indonesia dan sangat ‘proper’ buat saya. Nama talk show yang sama dengan pembawa acaranya, Sarah Sechan. Mba Sarah memang sudah engga diragukan lagi sejak Ia populer menjadi VJ di MTV Indonesia. Sayangnya, acara Sarah Sechan sudah tidak tayang lagi di tv.

Beberapa hal yang saya suka dari seorang Sarah adalah bagaimana Ia sangat supel, ramah dan menyenangkan ke setiap bintang tamu di acaranya. Sesi interview tidak berat tetapi juga tidak cetek dan dilakukan dengan sorot mata yang antusias. Bermain games dengan atau tanpa properti tetapi dikemas dengan kreatif.

Selain Sarah Sechan, belum ada lagi yang nyangkut di hati saya. Atau, mungkin saya yang kurang menyelam lebih dalam?! Let me know, what’s yours?

Leave a Reply