Resonation 2018

Saya datang ke Resonation 2018 seorang diri. Ini adalah aktualisasi diri saya pertama dibulan Desember.  Lagi lagi, kalo ingat sudah memasuki bulan terakhir di tahun ini dalam benak saya selalu bilang waktu cepat sekali berlalu ya, engga ada capek-capeknya. Balik ke Resonation 2018, i have no idea at that day waktu pagi-pagi saya sudah tiba di Kasblanka Hall dan melihat banyaknya peserta, what next? 

Resonation dibuka dengan story dari Jenny Jusuf about lemonade lyfe. That was emotionally and amazing story. Saya benar-benar terpukau bagaimana seorang Jenny menceritakan kisah struggle menghadapi masa lalunya. Yang membuat pembukaan acara ini lebih dramatis adalah, kami harus berinteraksi dengan stranger disamping kami. Saya berkenalan dengan seorang perempuan yang sudah menikah, sebut saja namanya mba Rut, ia ramah sekali, umurnya sekitar 30an. Di sesi ini masing-masing dari kami menceritakan tentang apa ketakutanmu. Peraturannya, saat orang dihadapan memulai bercerita, kami harus mendengarkan. Tanpa kata, tanpa judgemental, dan tanpa tendensi apapun.

Mba Rut punya lemonade story yang membuat saya terkejut. Waktu gilirannya bercerita air matanya menetes. Saya bisa merasakan bahwa ketakutannya sangat dalam. Tidak sebanding dengan cerita yang saya sampaikan ke dia. Akhirnya kami berdua berpelukan. Saya engga punya apa-apa selain doa untuknya semoga ada banyak kemudahan setelah ini.

Selanjutnya acara diisi oleh seminar dari Gretta Van Riel. Namanya asing ya? Tapi engga buat para participant yang relate sama Aussie. Gretta terkenal banget di sana. 5 years 5 start up. Dari sini saya makin percaya bahwa hal-hal besar selalu dimulai dari yang kecil. Produk pertama Gretta adalah teh diproduksi di rumahnya. Beberapa tahun yang lalu, Ia memutuskan resign dari kerjaannya dan mulai meracik teh. Saya engga bisa cerita hanya dalam satu laman ini bagaimana menariknya cerita Gretta dan banyak tips darinya. Tapi kamu bisa cari di platform lain seperti youtube atau forbes.

Dari semua sesi, mentoring session adalah yang paling menarik. Saya terpilih untuk dimentori oleh Ibu Ira Noviarti, seorang Vice President Personal Care Unilever Indonesia. Teman-teman baru saya dalam satu group discussion ada tiga, semuanya hebat-hebat.

Kami berempat berdiskusi tentang plan and purpose. Engga sedikit juga menyisipi relationship after marriage and how to deal with it. Dari mentoring session selama 1 jam, Bu Ira (dan saya yakin semua facilitator yang terlibat) sangat mencerminkan bagaimana women empowerment benar adanya.

Saya beruntung sekali bertemu banyak wanita hebat di Resonation 2018. Everyone has their own story about struggle and through the pain. But pain is good. Jangan takut sama faillure, better things are coming begitu kata Ibu Eka Sari Lorena.

So, are you ready to evolve?

 

Resonation 2018
Panel session with super amazing women
Resonation 2018
Gretta so inspiring (5 years, 5 start up)
Resonation 2018
Note
Resonation 2018
Mentoring session with Ibu Ira Noviarti

Leave a Reply