Poin-poin yang Bisa diambil Dari Dokumenter The Great Hack

Film dokumenter keluaran Netflix “The Great Hack” sedang ramai diperbincangkan. Kasus yang diangkat bukanlah hal baru, yaitu skandal “Cambridge Analytica” yang pernah mencuat di publik pada setahun silam. Lalu, apa saja yang dibahas pada film ini?

The Great Hack
The Great Hack 2019

Seorang Profesor di Parsons School of Design, New York, yakni David Carrol mengajukan gugatan untuk mendapatkan kembali hak-hak atas datanya yang mungkin dipegang oleh Cambridge Analytica. Atas tuntutan tersebut, kasus ini secara resmi dimasukkan ke pengadilan Inggris pada tahun 2018.

Skandal Cambridge Analytica mulai satu persatu terbongkar setelah beberapa mantan pekerjanya membeberkan cara kerja yang pernah digunakan untuk memenangkan persoalan brexit serta pemilu AS pada tahun 2016. The Great Hack, yang disutradarai oleh Karim Amer dan Jehane Noujaim membuka aib dari praktik eksploitasi data pada puluhan juta pengguna Facebook yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.

Senjata yang dilakukan oleh Cambridge Analytica untuk melakukan propaganda politik yaitu dengan membuat survey di Facebook pada puluhan juta orang yang menjadi “target”. Survey berisi banyak pertanyaan yang menyatakan preferensi kesukaan, ketidak-sukaan, dan hal-hal yang bersifat pribadi. Dari data-data tersebut, Cambridge Analytica mampu menciptakan semacam machine learning atau algoritma tertentu dimana mereka akan menyisipkan konten-konten sensitif yang menimbulkan agitasi. Salah satu campaign dari propaganda untuk menjatuhkan lawan politik Donald Trump, yaitu #Lockherup atau #Hillaryforprison.

Setelah melihat keseluruhan isi dokumenter The Great Hack, saya sangat memahami betapa cara kerja yang dilakukan sangat efektif untuk membuat banyak orang saling tercerai berai. Menjadi korban dari propaganda politik bukan hanya milik warga Amerika, tetapi juga sebagian besar warga dunia, termasuk Indonesia, can you relate? Pemilu 2014, Pilkada DKI 2017, serta Pemilu 2019 menjadi saksi dan bukti bahwa kita pernah diadu domba dengan konten-konten sensitif yang menimbulkan kebencian dimana-mana.

Facebook dirancang untuk memonopoli perhatian, dengan mengambil semua trik propaganda. Menggabungkannya dengan trik judi kasino, mesin slot dan sejenisnya. Pada dasarnya bermain insting, takut, dan amarah adalah dua cara paling bisa diandalkan untuk itu. – Roger McNamee, Elevation Partners Co-Founder

Ada beberapa poin utama yang bisa saya petik dari film dokumenter The Great Hack :

Data is the most value on the earth – Brittany Kaiser-
Kita perlu menyadari bahwa data yang kita miliki berharga. Selalu sisihkan ruang privasi di media sosial, jangan lakukan overexpose pada diri sendiri, apalagi orang lain.

Jangan malas untuk membaca Disclaimer
Ini adalah poin penting yang banyak dilewatkan para pengguna ketika menginstall aplikasi, social media, software dll. Kita perlu tahu apa yang akan dilakukan oleh platform tersebut ketika berhasil terregister. Ada banyak sekali disclaimer yang membuat kita mengizinkan mereka mengakses semua data kita, mulai dari gallery, pesan pribadi, kontak dll.

Tidak mudah terpropaganda
Cara agar tidak mudah termakan propaganda adalah dengan bersikap kritis dan skeptis pada bahan bacaan, tontonan, atau bahkan meme sekalipun. Kita perlu memverifikasi kebenaran dari informasi yang kita terima.

#recomendation #softnews

Leave a Reply