Visualkan Potret Pertanian di Pekan Fotografi

*Juni 2014

Tema Potret Blur Kedaulatan Pangan diusung untuk memvisualisasikan wajah pertanian Indonesia dalam serangkaian acara fotografi yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Agrica Fakultas Pertanian, Unsoed. Selama empat hari berturut-turut sejak 15 Juni Agrica menyuguhkan pameran, workshop hingga lomba foto rally dalam pekan fotografi di gedung Auditorium Faperta.

Dalam tema tersebut, berbagai potret dari mulai pangan impor, alih fungsi lahan, reforma agraria, serta modal menjadi bagian dari faktor-faktor biasnya kedaulatan pangan. Tidak hanya karya fotografi, bentuk visual lain juga ditampilkan melalui poster. Sebagian poster merupakan karya Desainer Poster Yogyakarta, Alit Ambara.

Dalam sebuah poster yang tampil pada posisi sentra, tertulis bahwa karya-karya yang ditampilkan bukan sebuah bentuk pesimisme anak bangsa melainkan cerita realistis yang perlu mendapat perhatian. Pameran ini terutama ditujukan untuk semua kalangan yang berkecimpung di dunia pertanian termasuk birokrat.

Demi melengkapi selama pekan fotografi, rally foto menjadi tantangan bagi para fotografer muda Banyumas yang masih berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar. Selain itu, pada hari ketiga pameran, diadakan workshop mengenai Kamera Lubang Jarum oleh Hieroniemus Kusumatmo, Anggota Komunitas KLJ Purwokerto.

Dalam dunia fotografi, Kamera Lubang Jarum (pinhole) atau Camera Obscura sudah tidak asing lagi dikenal. Kamera manual ini sebagai kamera pertama yang diciptakan dengan prinsip melukis cahaya. Kamera berbentuk kotak mempunyai lubang sebesar lubang jarum ini dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana. Besar kecilnya lubang sebagai lensa yang dimiliki KLJ berpengaruh pada pencahayaan dan hasil foto, semakin besar lubang foto akan semakin tidak fokus, untuk itu perlu dibuat lubang sekecil mungkin. Cara kerja dari Kamera Lubang Jarum ini dengan menangkap cahaya melalui lubang yang ditangkap layar dalam posisi terbalik. Atas menjadi bawah, kanan terbalik menjadi kiri, begitu pula sebaliknya.

Meski dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana, fotografi melalui Kamera Lubang Jarum membutuhkan ketelitian dan teknik foto yang memperhatikan waktu pencahayaan yang tepat. Jika proses pengambilan gambar terlalu lama maka kamera akan menangkap cahaya semakin banyak sehingga foto yang dihasilkan terlalu terang, begitu pula sebaliknya.

Persamaan ketertarikan pada fotografi menggunakan Kamera Lubang Jarum, membuat Komunitas KLJ semakin digandrungi. Di Purwokerto sendiri, Komunitas KLJ sudah menjadi bagian dari Komunitas Fotografer Banyumas yang secara rutin menggelar diskusi-diskusi fotografi. Hieroniemus Kusumatmo bahkan mengaku sering hunting foto panorama dengan menggunakan KLJ, tentunya dengan membawa perlengkapan yang tepat dan efektif.

Contoh poster dan contoh hasil foto KLJ (15/06/2014) photo by Difonis

Gambar pameran fotografi Agrica (15/06/2014) photo by Difonis

 

Leave a Reply